Sabtu, 27 April 2013

Ratusan Massa Tamsir Demo Partai Hanura

Ilustrasi demo
* Terkait Penempatan Dapil

BULUKUMBA, -- Ratusan massa pendukung legislaor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Bulukumba, H Tamsir asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat Partai Hanura, Jalan Kusumah Bangsa, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujungbulu, Minggu 21 April.

Aksi tersebut dilakukan massa pendukungan H Tamsir, menuntut penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Hanura, yang mendepak H Tamsir dari daerah pemilihan (Dapil) Bulukumpa-Rilau Ale ke Dapil Gantarang-Kindang, dianggap tidak masuk akal dan sebagai pembunuhan karakter.
"H Tamsir yang merupakan orang asli Rilau Ale dan sebelumnya juga ditempatkan di dapil Bulukumpa-Rilau Ale dan terpilih sebagai wakil rakyat, kini dia (H Tamsir, red) ditempatkan di dapil Gantarang-Kindang. Itukan aneh dan pastinya ada permainan," kata salah seorang massa pendukung H Tamsir, Syamsul saat dikonfirmasi via ponselnya, kemarin. 

Menurut Symasul, unjukrasa dilakukan massa pendukung masing-masing berasal dari warga Kecamatan Rilau Ale dan Bulukumpa, yang membuktikan kalau H Tamsir masih diinginkan masyarakat di dua kecamatan tersebut untuk mewakilinya di parlamen. "Aksi yang kami lakukan itu, merupakan inesiatif kami sebagai masyarakat Rilau Ala-Bulukumpa yang menginginkan H Tamsir," katanya.

Bahkan, Syamsul mengaku, akan melakukan gerakan menolak Hanura di Bulukumpa dan Rilau Ale, jika tidak ada perubahan penempatan dapil yang dilakukan eliet pengurus Partai Hanura. Karena ia menganggap, penetapan calon menempatkan H Tamsir di dapil Gantrang-Kindang, merupakan permainan salah seorang oknum petinggi Hanura yang juga akan ikut bertarung di dapil Bulukumpa-Rilau Ale."Kalau tidak ada lagi perubahan dapil yang dilakukan Hanura, maka kami masyarakat di dua kecamatan bertetangga akan melakukan gerakan menolak untuk memilih Hanura," ancamnya.

H Tamsir yang juga dikonfirmasi mengenai dirinya telah ditempatkan di dapil Gantrang-Kindang membenarkan hal tersebut. "Ia, saya ditempatkan di dapil Gantrang-Kindang dengan nomor urut dua," katanya, kemarin.
"Pendukung saya marah, karena saya dicoret dari dapil Bulukumpa-Rilau Ale. Makanya mereka mendatangi pengurus mempertanyakan itu," lanjutnya.

H Tamsir menegaskan, kalau penempatan dirinya di dapil Gantarang-Kindang, diyakini dilakukan Ketua DPD II Hanura Bulukumba, Sabir Ikbal. "Pak Ikbal kan juga mau menjadi calon legislatif (Caleg) di dapil Bulukumpa-Rilau Ale. Jadi, saya yang dianggap akan menjadi benalu didepak ke dapil Gantrang-Kindang," jelasnya.

Ia juga mengaku, kalau apa telah dilakukan Sabir Ikbal terhadap dirinya, merupakan tindakan pensaliman serta pembunuhan karakter. "Saya saat ini telah disalimi, dan pak Sabir Ikbal telah menjatuhkan martabak saya," tuturnya.

Dengan kejadian tersebut, H Tamsur mengaku, akan terus melakukan perlawanan. Bentuk perlawanan yang akan dilakukan yakni, akan melaporkan masalah tersebut langsung ke Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Wiranto. "Pokoknya, saya telah disalimi, akan melaporkan semua masalah ini ke pak Wiranto selaku Ketua DPP Pusat," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD II Hanura Bulukumba, Sabir Ikbal saat dikonfirmasi mengaku tengah sibuk. Berselang beberapa waktu Ikbal kembali dihubungi, namun nomor hendpone yang biasa digunakan itu, sudah tidak aktif.

Dua Mantan Ketua HMI Ikut Mencaleg

Asdiwansyah Bahar
BULUKUMBA, -- Pesta demokrasi yang akan dihelat 2014 mendatang, nampaknya akan lebih memanas. Pasalnya, dua matan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba, masing-masing Asdiwansyah Bahar dan Lili Hartono, dipastikan akan ikut bertarung pada pemilihan calon legislatif (Pilcaleg).

Jika, melirik kebelakang tak diragukan lagi mereka yang telah menempati pucuk pimpinan di organisasi kemahasiswa tersebut dipastikan telah matang dalam dunia perpolitikan. Buktinya, tokoh negarawan seperti Akbar Tanjung yang juga matan Ketua Umum PB HMI, dikenal sangat piawai dalam dunia politik.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, Asdiwansyah yang juga dikenal sebagai pengusaha muda itu, dipastikan akan bersaing dengan rivalnya di daerah pemilihan (Dapil) Ujungbulu, Ujungloe dan Bontobahari dengan mengendarai Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Sedangkan, Lili Hartono dipastikan akan ikut bertarung di pemilihan legislatif (Pileg) daerah pemilihan (Dapil) Bulukumpa-Rilau Ale. Lili juga dipastikan akan mengendarai partai besukan Surya Palo itu. Bahkan, berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang berhasil dihimpun menyebutkan, kalau kedua matan ketua HMI telah mulai menyusun strategi untuk manyaingi rivalnya.

Target Senayan, Rp1,5 Miliar Siap Dihamburkan

H Muh Arief saat melakukan sosialisasi di Warkop
BULUKUMBA, -- Menjadi Anggota DPR RI bukan perkara mudah. Visi dan misi yang kerap diobral untuk meraih simpati pemilih dianggap kurang mempan lagi.

Uang pun jadi senjata utama calon anggota legislatif (Caleg) di tingkat pusat. Bukan hanya yang konon katanya untuk dibagi-bagi kepada calon pemilih menjelang pemungutan suara, tapi juga untuk membiayai seluruh kegiatan kampanye di daerah pemilihan (Dapil).


Mulai dari biaya membuat atribut kampanye seperti poster, stiker, kartu nama, baliho, spanduk, dan lainnya sebagainya. Adapula anggaran untuk promosi atau iklan di media massa seperti surat kabar, radio, dan sebagainya. Biaya-biaya lainnya seperti kampanye terbuka mengumpulkan massa di gedung atau lapangan terbuka juga bukan perkara mudah. Semuanya serba uang.

"Belum lagi bajunya, spanduknya, biaya bensin, dan dalam acara seperti itu Caleg partai lain juga harus dibiayai sendiri," kata H Muh Arief, kader partai Demokrat yang akan maju di Pilcaleg DPR-RI 2014 mendatang.

Menurut putra Asli Bulukumba itu, kalau biaya politik yang telah disiapkan memudahkan langkahnya menuju Senayan, mencapai Rp1,5 miliar. Diakuinya, untuk menjadi wakil rakyat di tingkat pusat memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Mantan ketua DPRD Bulukumba itu mengaku, dirinya telah mendapat tiket untuk maju sebagai caleg DPR RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II yang meliputi, Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare. Dia berada di urutan ke tujuh di partai besukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Di daerah pemilihan tersebut, Muh Arief akan bertarung bersama sembilan kandidat wakil rakyat lainnya. Sesuai urutan, Jafar Hafsa, Mayjen (Pur) TNI, Andi Mappareppam, Andi Syuhada, Gafar Patappe, Sukriansyah, Nurhani Sirajuddin, H Muh Arief, Andi Erwin Marjun, dan Nurhidayah.
"Pokoknya saya akan bertarung untuk mewakili masyarkat Sulsel khususnya di Bulukumba di tingkat pusat. Saatnya putra Bulukumba duduk di Senayan," ujar M Arief optimis.

Golkar Target Tiga Kursi Perdapil

Andi Hamzah Pangki
BULUKUMBA, -- Golkar yang merupakan partai politik (Parpol) pemenang di Kabupaten Bulukumba, di pemilihan umum (Pemilu) 2009 silam, tentunya harus mempertahankan posisinya dipucut pimpinan di parlamen sebagai partai penguasa, pada pesta demokrasi yang akan dihelat 2014 mendatang.

Namun, untuk mempertahankan posisi dikompotisi perpolitikan tidak semuda membalikkan telapak tangan, karena memenangkan pertarungan politik harus membutuhkan ideologi, politik dan stratak yang matang dalam menjalankan mesin politik parpol.

Dengan demikian, untuk menghadapi pemilu 2014, Partai Golkar dipastikan akan bekerja keras untuk mempertahankan posisinya dengan mengalahkan 11 partai peserta pemilu yang merupakan rival abadi mereka dalam kontestan politik. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan 11 partai lainnya juga telah mempersiapkan berbagai strategi demi memenangkan pesta demokrasi tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengaku, pihaknya telah berkomitmen untuk mempertahankan posisisnya dipertarungan politik sebagai partai pemenang pemuli dengan berbagai strategi telah disiapkan. "Yang pastinya kami telah siap untuk mempertahankan posisi kami dalam pertarungan politik nantinya," kata Ketua DPRD itu, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Pada pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) 2014 mendatang, kata Andi Hamzah, partainya telah menargetkan tiga kursi disetiap daerah pemilihan (Dapil). Target tersebut merupakan salah satu strategi untuk memenangkan partarungan Pilcaleg. "Kami telah berkomitmen untuk merebut tiga kursi disetiap dapil," katanya.

Untuk mencapai target itu kata dia, pihaknya harus bekerja keras dengan menjalankan mesin politik partainya, karena 11 partai lainnya dipastikan juga bertekad memenangkan pemilu kali ini. "Tentunya, kami di Golkar sudah mempersiapkan berbagai instrumen politik untuk memenangkan kompotisi," kuncinya.

Jumat, 26 April 2013

Realisasi PAD Capai 71,91 Persen

Retribusi pasar merupakan salah satu sumber PAD
* Untuk Triwulan Pertama

BULUKUMBA, -- Rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba, untuk triwulan pertama (Januari-Maret) hanya mencapai Rp7.264.089.113,26 atau setara 71,91 persen, angka tersebut masih terbilang tidak efektif dari total target telah ditetapkan sebanyak Rp3.108.110.266,67 perbulannya.

Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Andi Mappiwali menjelaskan, dari sepuluh Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) sebagai leading sektor penghasil PAD, efektifnya dana yang harus dikumpulkan setiap bulannya sebesar Rp3.108.110.266,67. Sehingga, pertriwulannya anggaran yang seharusnya dikumpulkan sebesar Rp9 miliar lebih.

Namun, pada kenyataannya untuk triwulan pertama PAD berhasil dikumpulkan hanya sebesar RpRp7.264.089.113,26. "Kalau target PAD kita secara umum tahun ini sebesar Rp37.297.323.200,00 dan tentunya untuk mencapai itu harus sesuai dengan target PAD perbulannya yang harus dikumpulkan," jelas Andi Mappiwali, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 17 April.

Andi Mappiwali menyebutkan, instansi penghasil PAD yang tidak mencapai target telah ditetapkan pada triwulan pertama yakni, Dinas Kesehatan yang hanya mampu mengumpulkan PAD 74,00 persen, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Daeng Radja 81,69 persen, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) 58,45 persen, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) 51,88 persen, Kantor Pelayanan Perizinan 99,10 persen.

Untuk SKPD yang berhasil mencapai target PAD pada triwulan pertama masing-masing Dinas Bina Marga dengan persentase 204 persen, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) 222,14 persen dan Dinas Peternakan 140,80 persen. "Saya kira semua pihak telah menyepakati target PAD telah ditetapkan. Jadi, kami berharap kerjasamanya yang baik supaya triwulan kedua nantinya semua penghasil PAD bisa mencapai targetnya," harapnya.

Selain itu, Andi Mappiwali mengatakan, pencapaian target PAD pertriwulannya dan bahkan dalam kurung waktu satu tahun, itu banyak juga dipengaruhi dari persentase PAD yang dikumpulkan SKPD penghasil retribusi dan pajak. Sehingga, untuk mengidealkan rasio pendapatan pertriwulannya dan bahkan satu tahun kedepan itu diperlukan efektivitas lebih baik dari setiap sektor penghasil PAD.

Bulukumba Dalam Gamar

Banjir yang melanda kota Bulukumba, harus menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten

Tamsir Mengaku Hanya Persoalan Proyek

H Tamsir didepak ke Dapil I
* Terkait Penetapan Dapil

BULUKUMBA, -- Kisruh penetapan daerah pemilihan (Dapil) di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bulukumba, terus bergulir. Kali ini, H Tamsir menyebutkan, kalau dirinya didepak dari dapil II (Bulukumpa-Rilau Ale) ke dapil I (Gantarang-Kindang) yang dilakukan Ketua Hanura, Ikbal Sabir, semata-mata hanya karena masalah pribadi.

H Tamsir mengaku, masalah pribadi antara dirinya dengan Ikbal mulai memanas sejak dirinya diminta oleh Ikbal  menfasilitasinya dalam mengurus proyek di sejumlah Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab). Bahkan, kata dia, Ikbal berulangkali meminta dirinya untuk menfasilitasinya mendapatkan proyek. Namun, permintaan Ikbal, katanya, tidak pernah diakomodir dengan alasan dirinya sebagai anggota dewan tidak diperbolehkan untuk terlibat proyek meski hanya memfasilitasi. 

"Pak Ikbal meminta saya untuk datang ke rumahnya dan minta maaf karena saya tidak bisa menfasilitasinya untuk mendapatkan proyek," kata H Tamsir, kepada kepada Radar Selatan, saat ditemui di gedung dewan, Kamis, 25 April.

Menurut H Tamsir, apa yang dilakukan Ketua Hanura terhadap dirinya merupakan tindakan yang tidak rasional, karena kewajibannya sebagai legislator Hanura dipenuhi dengan membayar konstribusi ke partainya sebanyak Rp20 juta pertahuan. "Semua partai di Bulukumba, hanya kami di partai Hanura yang membayar konstribusi Rp20 juta pertahun," katanya.

"Saya akan mengundurkan diri dari proses pencalegkan karena saya tidak mungkin maju di Gantarang-Kindang. Sebabnya, saya sebagai keluarga besar di Bulukumpa-Rilau Ale, masih menginginkan saya," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Partai Hanura Bulukumba, Sabir Ikbal, saat dikonfrimasi melalui nomor hendpone yang biasa digunakan mengaku, tengah sibuk melayani tamu di rumahnya, berselang beberapa waktu kemudian wartawan menghubunginya kembali, tapi nomor Ikbar sudah tidak aktif.